E-Currency



1.                  Pengertian E-currency

E-Currency merupakan mata uang digital yang hanya bisa dibelanjakan secara online untuk membeli sebuah produk atau jasa tertentu di internet. Dan bisa juga dikatakan bahwa E-Currency adalah mata uang di dunia maya. Karena memang E-Currency ini tidak berbentuk tetapi hanya memiliki nilai saja yang nantinya jumlah nilai e-currency tersebut bisa kita tukarkan kepada perusahaan maupun perorangan yang menyediakan jasa punkaran mata uang E-Curreny  dengan mata uang rupiah yang berlaku di indonesia. Sehingga setelah menukarkan jumlah nilai E-Currency yang kita miliki tadi akan berubah menjadi mata uang rupiah yang nyata tentunya bisa kita gunkan untuk segala macam kebutuhan di dunia nyata.
 Selain itu E-Currency dapat didefinisikan sebagai salah satu unit alat pembayaran modern yang memanfaatkan media internet. Dengan tumbuhnya Internet dan perdagangan elektronik di seluruh dunia, perputaran mata uang kertas telah menjadi usang. Pada abad ke-21, mata uang elektronik yang juga dikenal sebagai E-Currency dengan cepat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem keuangan global.

2.      Kegunaan E-Currency
Yang paling utama ketika kita hendak akan menggunakan e-currency adalah kita harus mendaftar terlebih dahulu di website E-Currency yang akan kita gunakan. Hampir semua E-Currency yang ada di internet semuanya gratis dalam pembuatan akunnya. Mungkin inilah satalah satunya kenapa e-currency itu sendiri sangat diminati mulai dari pembuatan yang tidak memakan biaya dan juga waktu yang hanya memakan beberapa menit saja tidak seperti kartu kredit yang membutuhkan waktu untuk disetujui dan juga kelengkapan akan dokumen-dokumennya. E-Currency bisa dikatakan relatif aman jika dibandingkan dengan kartu kredit yang sangat marak akan pembobolan pemegang kartu kredit itu sendiri, dan juga dalam hal transfer dana yang kita lakukan relatif sangat cepat dan hanya memakan biaya rata-rata 1% dari total dana yang kita transfer.
Ketika Anda sudah melakukan pendaftaran yang sama sekali tidak mengeluarkan biaya tersebut maka anda akan mendapat nomor akun e-currency tersebut. Nomor akun yang kita peroleh hampir sama dengan nomor akun rekening di bank yang mana fungsinya sebagai pengenal ketika kita melakukan transfer maupun menerima transfer. Akun E-Currency sifatnya sangatlah pribadi yang dilengkapi dengan password dan juga PIN yang hanya diketahui oleh pemilik E-Currency dan juga hanya pemilik e-currency itu sendiri yang bisa melakukan transfer kecuali Anda mempercayakan kepada orang lain untuk melakukan hal tersebut.

3.      Keamanan E-Cureency
Ada baiknya kita tidak asal dalam memilih e-currency yang akan kita pergunakan, mungkin kita harus mencari informasi akan kredibilitas e-currency yang akan kita pergunakan seperti kita masuk ke forum-forum dan juga baca artikel, karena perlu diingat juga bahwa tidak ada jaminan bahwa e-currency tersebut bertahan lama, mungkin e-currency yang sudah cukup lama dan merchant-merchantnya banyak mungkin itu lebih baik.
        Hampir semuanya website penyedia E-Currecny dilengkapi dengan security dan enkripsi yang sangat bagus tapi sekali lagi tidak jamin 100% faktor yang paling besar yaitu pemegang akun E-currency  itu sendiri. hal-hal yang perlu kita perhatikan sebagai pemegang akun e-currency adalah :
·         Amankan password akun e-currency Anda.
·         Amankan computer yang sering Anda pakai seperti update security,antivirus, anti spyware, firewall, dan lain-lain.
·         Perhatikan email yang masuk tentang e-currency yang Anda gunakan karena banyak email yang mengatasnamakan perusahaan penyedia e-currency tersebut yang isinya seperti meminta data-data akun yang Anda miliki atau diminta update data Anda yang di e-currency tersebut.
·         Pastikan website yang kita tuju benar-benar website resmi e-currency yang kita pakai.
·         Jangan memakai komputer umum/warnet, dan lain-lain.

4.      Kekurangan dan kelebihan dari sistem pembayaran elektronik
Di era teknologi tinggi uang tunai berusaha untuk bertahan kompetisi dengan uang elektronik, karena semakin banyak orang lebih memilih untuk memiliki dompet virtual. Berikut secara umum keuntungan dan kekurangan dari sistem pembayaran elektronik:
1.      Penghematan waktu. Transfer uang antar rekening virtual yang biasanya memakan waktu beberapa menit, sementara transfer antar bank atau satu pos dapat berlangsung beberapa hari. Juga, Anda tidak akan membuang-buang waktu Anda menunggu antrian di sebuah bank atau kantor pos.
2.      Pengendalian biaya Bahkan jika seseorang ingin membawa pengeluaran di bawah kendali, perlu untuk menjadi cukup sabar untuk menuliskan semua biaya kecil, yang sering mengambil sebagian besar dari jumlah total pengeluaran. Akun virtual berisi sejarah semua transaksi yang menunjukkan toko dan jumlah yang Anda habiskan. Dan Anda dapat memeriksa kapan saja Anda inginkan. Keuntungan ini sistem pembayaran elektronik cukup penting dalam kasus ini.
3.      Mengurangi risiko kerugian dan pencurian . Anda tidak bisa melupakan dompet virtual Anda di suatu tempat dan tidak dapat diambil oleh perampok. Meskipun di dunia maya ada banyak penipu, di salah satu artikel sebelumnya kami jelaskan secara rinci bagaimana membuat rekening e-currency Anda aman .
4.      Komisi rendah. Jika Anda membayar untuk penyedia layanan internet atau pengisian akun ponsel melalui UPT (terminal pembayaran tanpa pengawasan), Anda akan menemukan biaya tinggi. Sedangkan untuk sistem pembayaran elektronik: biaya semacam ini operasi terdiri dari 1% dari jumlah total, dan ini merupakan keuntungan yang cukup besar.
5.      Kenyamanan. Semua transfer dapat dilakukan setiap saat, di mana saja. Ini cukup untuk memiliki akses ke Internet.
6.      Mudah digunakan. Biasanya setiap layanan dirancang untuk menjangkau khalayak seluas mungkin, sehingga memiliki antarmuka pengguna intuitif dimengerti. Selain itu, selalu ada kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada tim dukungan, yang sering bekerja 24/7. Pokoknya Anda selalu bisa mendapatkan jawaban menggunakan forum pada subjek.
Setelah ditentukan keuntungan terkenal sistem pembayaran elektronik, perlu untuk menyebutkan kekurangannya.
1.      Pembatasan. Setiap sistem pembayaran batasnya mengenai jumlah maksimum di rekening, jumlah transaksi per hari dan jumlah output.
2.      Risiko terkena hack. Jika Anda mengikuti seсurity yang aturan ancaman minimal, dapat dibandingkan dengan risiko seperti perampokan. Situasi lebih buruk ketika sistem pengolahan perusahaan telah rusak, karena itu mengarah ke kebocoran data pribadi pada kartu dan pemiliknya. Bahkan jika sistem pembayaran elektronik tidak meluncurkan kartu plastik, dapat terlibat dalam skandal mengenai Pencurian identitas.
3.      Masalah mentransfer uang antara sistem pembayaran yang berbeda. Biasanya sebagian besar sistem pembayaran elektronik tidak bekerja sama satu sama lain. Dalam hal ini, Anda harus menggunakan jasa penukaran e-currency, dan dapat memakan waktu jika Anda masih tidak memiliki layanan yang terpercaya untuk tujuan ini. artikel kami tentang bagaimana memilih penukar e-currency yang terbaik sangat memudahkan proses pencarian.
4.      Kurangnya anonimitas. Informasi tentang semua transaksi, termasuk jumlah, waktu dan penerima disimpan dalam database sistem pembayaran. Dan itu berarti badan intelijen memiliki akses ke informasi ini. Anda harus memutuskan apakah itu baik atau buruk.
5.      Kebutuhan akses internet. Jika koneksi internet gagal, Anda tidak bisa mengakses ke akun online Anda.
Secara umum, keuntungan dari sistem pembayaran elektronik lebih besar daripada kelemahan dan mereka memiliki peluang yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang melakuka transfer antar bank tradisional.

5.      Karakteristik E-Currency
Adapun Karakteristik E-Currency antaralain adalah sebagai berikut:
·         Perbedaan harga. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa nilai emas dalam mata uang nasional Anda akan berbeda dengan harga emas yang berlaku pada dunia E-Currency
·         Meskipun biaya transaksi yang tidak mahal, terutama bila dibandingkan dengan sistem konvensional seperti perbankan, kartu kredit, westren union dan sejenisnya, masih ada biaya yang dipertimbangkan. Biaya transaksi pada layanan tradisional biasanya berkisar antara 2% hingga 15% tergantung pada banyak hal. Contoh: jika anda menggunkan kartu kredit untuk membeli emas, anda akan terkena biaya yang lebih tinggi dari biasanya. Jika anda membayar dengan cash maka biaya akan semakin sedikit.
·         Transaksinya seketika. Tidak ada "perbedaan waktu" bagi pihak manapun. Setelah 'selesai melakukan transaksi', maka saldo pada rekening Anda akan berpindah ke rekening tujuan sebesar nilai transaksi yang Anda lakukan
·         Tidak ada pembatalan transaksi. Tidak seperti transaksi pada bank yang dapat diklaim tidak benar, atau klaim pembayaran kartu kredit yang mungkin yang tidak sah. E-Currency tidak akan membatalkan transaksi yang telah Anda lakukan. Oleh karena itu, Anda harus yakin benar sebelum melakukan transaksi. Anda tidak dapat meminta kembali uang Anda dengan alasan apapun.






6.      jenis-jenis E-Currency
Beberapa jenis E-currency yang sangat familiar yang digunakan oleh para netter di dunia adalah sebagai berikut :
1.      WebMoney
Beroperasi sejak tahun 1998, e-currency asal Moskow, Rusia ini dimiliki serta dijalankan oleh WebMoney Transfer Ltd. Berbasis di Rusia, WebMoney awalnya cuma menargetkan klien di area negara tersebut dan sekitarnya. Namun dengan seiring berjalannya waktu, e-currency ini mulai dipakai secara global, hingga kini telah memiliki lebih dari 30 juta pengguna di seluruh dunia. Pada akhir tahun 2015, WebMoney Europe Ltd. yang berkantor pusat di Cambridge, Inggris mengumumkan pemberian lisensi oleh FCA.
WebMoney juga dikenal karena keunikan sistem "purse"-nya. Dibagi dalam 8 jenis untuk unit mata uang tertentu, purse USD (e-currency WMZ) menjadi tipe paling populer dan banyak digunakan trader forex. Disamping itu, WebMoney juga melengkapi diri dengan sistem pengamanan berlapis untuk melindungi privasi data dan dana klien. Hal ini terbukti dari banyaknya tingkat otorisasi saat Anda melakukan transfer dana. Ada beberapa metode autentifikasi seperti password, secret keys, personal digital certificates, juga layanan E-Num yang bisa menghasilkan password sekali pakai.
Layaknya e-currency lain, WebMoney memiliki keistimewaan transfer cepat juga komisi rendah. Seringnya, deposit ke broker via WebMoney bisa diproses secara instan, dengan fee transfer rata-rata untuk withdrawal berkisar di hitungan 0.8%. Saat ini, ada banyak sekali broker forex penyedia layanan deposit-withdrawal lewat WebMoney, diantaranya XM, FBS, serta FIBO Group.
Untuk mengisi ataupun menarik dana dari akun WebMoney, ada cara yang lebih cepat, praktis, juga murah, yaitu via exchanger. Sentraegold menyediakan layanan jual beli online WebMoney untuk memfasilitasi kemudahan bagi Anda yang ingin melakukan deposit atau penarikan dari akun WebMoney.
2.      FasaPay
FasaPay adalah produk e-currency asal Indonesia yang sudah banyak diandalkan sebagai salah satu solusi pembayaran online terbaik. Meskipun masih relatif baru dibanding WebMoney (FasaPay berdiri sejak tahun 2010-an), namun e-currency ini sudah menjamur penggunaannya, baik di toko online maupun broker forex. Tak tanggung-tanggung, broker penyedia deposit via FasaPay sudah sangat bervariasi, mulai dari IC Markets, Alpari, sampai FBS.
Sistem keamanan data klien di FasaPay tak hanya dilindungi password, tapi juga 4 komponen pengaman lain seperti master code, PIN setting, PIN on transaction, serta API security. Anda bisa mendapatkan informasi mengenai masing-masing sistem keamanan tersebut di halaman ini. Kondisi deposit atau withdrawal lewat e-currency FasaPay juga dikenal cepat dan murah. Jika Anda melihat daftar metode deposit-withdrawal broker, maka pada FasaPay umumnya ada keuntungan deposit instan dengan fee tak lebih dari 0.5%.
Bagi trader Indonesia, penggunaan FasaPay tak sekedar menyuguhkan transaksi online cepat, mudah, dan murah. Sebagai e-currency lokal terpercaya, FasaPay juga dapat menerima pembayaran dalam Rupiah serta menyediakan sistem transfer dengan mata uang tersebut. Namun apabila broker Anda tak menerima deposit dengan Rupiah, maka Anda perlu mengkonversi dana di akun FasaPay menjadi USD dulu. Untuk memungkinkannya, Anda bisa menggunakan jasa exchanger lokal seperti Sentraegold yang melayani jual beli online FasaPay.
3.      Skrill
Skrill mungkin lebih dikenal dengan nama awalnya yaitu Moneybookers. E-currency ini telah beredar sejak tahun 2001. Perusahaan pemiliknya, Skrill Limited, berbasis di Inggris dan telah mendapat regulasi FCA. Sistem e-currency ini beroperasi dengan visi menjembatani transfer uang berskala internasional namun bertarif rendah. Saat ini layanan e-currency Skrill sudah menjangkau lebih dari 200 negara dan 40 jenis mata uang. Pengisian atau penarikan dana dari akun Skrill bisa dilakukan lewat kartu debit atau kredit.
Soal kemanan data klien, disamping menjadi pengedar e-currency pertama asal Eropa yang diotorisasi oleh FCA, Skrill mengklaim telah menggunakan PCI-DSS Level 1, standar tertinggi di industri Payment Card untuk enkripsi data yang ditransmisikan. Selain itu, akses transfer di Skrill juga dilengkapi dengan Autentifikasi 2 arah untuk menyediakan fungsi keamanan berlapis bagi dana klien.
Hampir semua broker forex mempunyai fitur deposit-withdrawal via Skrill. Namun tak seperti kondisi transaksi via WebMoney ataupun FasaPay yang cenderung seragam di broker-broker forex, ketentuan deposit atau penarikan via Skrill lebih bermacam-macam, terutama dalam hal ukuran fee. Contohnya, InstaForex menyediakan deposit instan lewat Skrill tanpa komisi, sementara withdrawalnya dilakukan dalam hitungan 1-7 jam kerja dengan beban komisi 1% (maksimal 11.41 USD).
Sebaliknya, FirewoodFX menetapkan fee deposit 3.9% tapi menggratiskan biaya withdrawal untuk penarikan dana dibawah 5,000 USD. Beda lagi di broker penyedia keuntungan zero fee untuk deposit-withdrawal seperti XM. Di sini, semua jenis transfer dengan Skrill tak ada fee apapun, meski ada ketentuan minimal transaksi sejumlah 5 USD.
4.      NETELLER
Bersama dengan Skrill, NETELLER adalah jenis e-currency yang hampir selalu ada di broker-broker forex penyedia metode pembayaran via e-currency. Didirikan pada tahun 1999 di Kanada, NETELLER kemudian pindah ke Isle of Man pada tahun 2004, NETELLER adalah salah satu layanan e-currency dengan jutaan klien yang tersebar di seluruh dunia. Layanannya dioperasikan oleh Paysafe Financial Services Limited. Induk perusahaannya, Paysafe Group Plc. telah terdaftar di FCA Inggris sebagai "Institusi Uang Elektronik Terotorisasi".
NETELLER menjelaskan sistem pengamanan datanya di bagian "Payment Security" pada website-nya. Kontrol keamanan juga pencegahan penipuan difasilitasi oleh metode-metode khusus seperti BIN/IP checking, monitor transaksi secara real-time, verifikasi kode keamanan (CV2/CVV), penggunaan PCI DSS, dan masih banyak lagi.
Kondisi deposit maupun withdrawal NETELLER di setiap broker tak selalu sama. Hal tersebut rupanya sangat bergantung pada kebijakan broker masing-masing. Ambil contoh dari FBS yang tidak membebankan fee apapun untuk deposit, namun mencantumkan kondisi fee 2% untuk withdrawal. Sementara di FXOptimax, proses withdrawal justru bebas komisi (karena dicover broker) sementara depositnya terdapat fee 2.6%.




5.      PayPal
Sebagai salah satu penyedia e-payment terbesar di dunia, PayPal berdiri sejak tahun 1998 di AS. E-currency ini dilaporkan sudah memproses transaksi hingga milyaran USD di tahun 2004. PayPal Holdings, Inc. memiliki sejarah cukup panjang sejak tanggal pendiriannya. Sempat diberitakan telah diakuisisi eBay pada akhir tahun 2012, PayPal kemudian dispin-off sebagai perusahaan independen pada pertengahan tahun 2015.
Dibanding 4 e-currency sebelumnya, broker pengguna PayPal tidak terlalu banyak. Hal ini terkait dengan kebijakan perusahaan yang membatasi penggunaan PayPal di negara-negara tertentu, terutama di wilayah negara yang tercantum dalam daftar sangsi ekonomi AS. Peraturan seperti ini tentu bisa membatasi tujuan broker yang ingin berekspansi ke berbagai belahan dunia.
Namun bagaimanapun juga, beberapa broker tetap mempertimbangkan penyediaan PayPal karena sudah dianggap sebagai e-currency pilihan, terutama jika melihat keamanan dan kualitasnya yang telah terbukti. Sebagai informasi, PayPal telah memiliki lisensi dari berbagai wilayah yurisdiksi AS, Australia, serta Uni Eropa.
Sistem keamanan PayPal disusun untuk sama-sama menguntungkan pihak penjual maupun pembeli dalam suatu transaksi online. Dalam mengoperasikan sistem keamanannya, PayPal menjalankan prinsip perlindungan informasi, pencegahan penipuan real-time, perlindungan rekening, penanganan tolak bayar, pemantauan rekening untuk mencegah penipuan seperti phishing email, juga penyediaan layanan keamanan kelas dunia.
FxPro, Pepperstone, serta eToro adalah contoh broker-broker penyedia metode pembayaran lewat PayPal. Tak ada pola tertentu dalam penentuan kondisi deposit-penarikan via PayPal di broker-broker tersebut. Hampir serupa dengan Skrill ataupun NETELLER, beberapa ketentuan seperti waktu proses serta fee transaksi ditentukan sesuai kebijakan broker masing-masing. Pepperstone tak banyak menjelaskan kondisi deposit PayPal, sementara FxPro mengungkapkan fee deposit 2.7% dan lama proses sekitar 10 menit. Sedangkan untuk withdrawal, FxPro tidak membebankan fee apapun, namun menentukan waktu proses 1 hari kerja.


7.      Link Publikasi
·          





DAFTAR PUSTAKA

·          

Komentar

Postingan populer dari blog ini

rumah ku istanaku

Motivasi